
Invalid Date
Dilihat 2 kali

PACET, MOJOKERTO — Kepedulian mahasiswa Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) terhadap isu-isu sosial dan kesehatan masyarakat kembali diwujudkan dalam aksi konkret. Di tengah dinginnya udara Pacet, Mojokerto, rombongan mahasiswa yang sedang menjalankan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) HIMAPOL UINSA 2026 tampak memadati Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balai Desa setempat. Mereka turun tangan mendampingi kader kesehatan desa dalam pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, serta lansia, sekaligus menggelar sosialisasi edukatif pencegahan stunting.
Sejak pagi hari, suasana Posyandu yang biasanya lengang mendadak ramai dan penuh keceriaan. Kedatangan anak-anak politik UINSA membawa energi baru yang membuat para ibu dan balita yang hadir makin antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan harian.
Kolaborasi Asyik: Dari Penimbangan Balita Hingga Bagi-Bagi Makanan Tambahan
Gak cuma sekadar hadir dan melihat-lihat, para mahasiswa langsung membagi tugas dengan sigap bersama para kader Posyandu desa. Ada yang bertugas membantu penimbangan berat badan balita, mengukur tinggi badan, mencatat kartu menuju sehat (KMS), hingga membagikan Makanan Tambahan (PMT) bergizi tinggi berupa susu, telur, dan biskuit sehat untuk anak-anak.
Mahasiswa Ilmu Politik UINSA juga mengemas kegiatan ini agar tidak kaku. Di sela-sela penimbangan, mereka mengajak anak-anak balita bermain permainan edukatif dan bernyanyi bersama. Pendekatan ramah anak ini sukses mencairkan suasana, membuat Balai Desa dipenuhi tawa riang dan minim tangisan balita.
Melek Kebijakan Kesehatan: Ilmu Politik Bicara Soal Cegah Stunting!
Bagi mahasiswa Ilmu Politik UINSA, keterlibatan mereka di Posyandu bukan sekadar aksi kemanusiaan biasa. Ini adalah bentuk penyerapan aspirasi dan pemahaman langsung mengenai implementasi kebijakan publik di bidang kesehatan, khususnya penanganan stunting yang menjadi agenda prioritas nasional.
Di sela-sela kegiatan Posyandu, mahasiswa membuka ruang diskusi santai bersama para ibu muda. Dengan bahasa mahasiswa yang kasual dan mudah dipahami, mereka menyampaikan materi ringkas mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh sehat, serta peran kebersihan lingkungan dalam mencegah stunting sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Banyak yang mikir anak politik itu cuma ngurusin partai, DPR, atau pemilu. Padahal isu kesehatan masyarakat seperti stunting dan kualitas Posyandu itu adalah buah dari kebijakan publik. Kita turun ke Posyandu Pacet buat belajar langsung bagaimana kebijakan kesehatan itu dieksekusi di lapangan, sekaligus bantu ibu-ibu di sini biar makin aware sama gizi anak," ungkap Koordinator Divisi Kesehatan Pengmas UINSA dengan antusias.
Apresiasi Kader dan Kehangatan Warga Pacet
Para kader Posyandu Desa Pacet menyambut hangat dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa UINSA. Keterlibatan anak-anak muda ini dinilai sangat membantu memperlancar alur pelayanan Posyandu yang biasanya menguras tenaga para kader desa.
"Senang banget ada adik-adik mahasiswa Ilmu Politik UINSA. Pelayanan Posyandu hari ini jadi jauh lebih cepat, ramah, dan meriah. Anak-anak kecil juga senang diajak main. Edukasi gizi yang disampaikan adik-adik juga gampang dicerna sama ibu-ibu warga sini," puji salah satu kader Posyandu senior Desa Pacet.
Aksi pendampingan Posyandu ini mempertegas komitmen mahasiswa Ilmu Politik UINSA untuk hadir membawa manfaat nyata di tengah masyarakat Pacet. Lewat kepedulian pada kesehatan generasi penerus bangsa, anak-anak politik UINSA membuktikan bahwa kepemimpinan dan kebijakan yang baik bermula dari kepekaan terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Bagikan:

Kesimantengah
Kecamatan Pacet
Kabupaten Mojokerto
Provinsi Jawa Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini