
Invalid Date
Dilihat 3 kali

PACET, MOJOKERTO — Semangat pengabdian mahasiswa Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dalam rangkaian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) HIMAPOL 2026 di Kawasan Pacet, Mojokerto terus menorehkan cerita hangat. Tidak hanya fokus pada pembenahan lingkungan dan isu sosial-kebijakan, anak-anak politik UINSA ini juga mendedikasikan waktu dan energi mereka untuk sektor pendidikan. Lewat kolaborasi program 'Sinau Bareng' dan pendampingan Madrasah Diniyah (Madin), puluhan mahasiswa turun langsung menjadi pengajar untuk anak-anak desa.
Agenda edukatif ini dirancang khusus untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak Pacet, baik dari segi akademis formal maupun pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Mengusung gaya mengajar yang adaptif, interaktif, dan jauh dari kesan membosankan, kehadiran 'kakak-kakak UINSA' ini mendadak jadi magnet keseruan baru bagi anak-anak di tempat pengabdian.
'Sinau Bareng': Bikin Belajar Jadi Super Seru dan Nggak Bikin Pusing!
Sesi 'Sinau Bareng' digelar pada sore hari bertempat di Balai Desa dan posko pengabdian. Anak-anak SD hingga SMP setempat berbondong-bondong datang membawa buku pelajaran dan tugas sekolah mereka. Para mahasiswa Ilmu Politik UINSA dengan sabar mendampingi mereka belajar berbagai mata pelajaran, mulai dari Matematika, Bahasa Inggris, IPA, hingga Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Metode yang digunakan pun bukan sekadar mencatat atau menghafal baku, melainkan lewat permainan edukatif (fun learning), kuis berhadiah, serta diskusi interaktif. Canda tawa pecah di setiap sudut posko ketika anak-anak Pacet berhasil menyelesaikan tantangan soal yang diberikan.
"Kami mau ngubah stigma kalau belajar itu menakutkan atau ngebosenin. Lewat 'Sinau Bareng' ini, kita bantu adik-adik Pacet paham materi sekolah dengan cara yang asyik. Anak politik juga harus jago bikin metode edukasi yang komunikatif dan inklusif," ujar Koordinator Divisi Pendidikan Pengmas UINSA.
Bantu Ngajar Diniyah: Mengabdi Lewat Ilmu dan Nilai Keagamaan
Tak berhenti di pelajaran umum, menjelang malam hari, tim Pengmas UINSA bergerak ke TPQ dan Madrasah Diniyah setempat. Membawa identitas sebagai mahasiswa kampus keagamaan negeri, anak-anak UINSA bahu-membahu bersama ustadz dan ustadzah lokal untuk mengajar mengaji Al-Qur'an, makhrojul huruf, hafalan surah pendek, hingga pelajaran fikih dasar serta akhlak.
Momen mengajar di Madin ini terasa sangat emosional dan penuh kehangatan. Santri-santri kecil di Pacet sangat antusias mendengarkan cerita-cerita teladan islami dan dongeng kebangsaan yang disampaikan para mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata keselarasan antara ilmu pengetahuan umum dan pondasi keagamaan yang menjadi ciri khas civitas akademika UINSA.
Sinergi Manis dan Senyum Anak-Anak Desa Pacet
Para orang tua warga Pacet mengapresiasi tinggi hadirnya program 'Sinau Bareng' dan pendampingan Diniyah ini. Kehadiran mahasiswa dinilai sangat membantu anak-anak desa agar lebih produktif memanfaatkan waktu luang sore dan malam hari dengan kegiatan yang positif dan mendidik.
"Anak-anak desa sini jadi makin semangat belajar dan ngaji semenjak ada kakak-kakak dari UINSA. Mereka ngajarnya sabar, ramah, dan pintar bikin anak-anak betah. Harapannya semangat belajar ini terus terbawa meskipun nanti program pengmasnya sudah selesai," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Melalui dedikasi di bidang pendidikan ini, mahasiswa Ilmu Politik UINSA membuktikan bahwa menjadi agen perubahan (agent of change) bisa dimulai dari hal-hal paling mendasar: membagikan ilmu, mengukir senyum, dan menyalakan cita-cita anak-anak di pelosok desa.
Bagikan:

Kesimantengah
Kecamatan Pacet
Kabupaten Mojokerto
Provinsi Jawa Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini